http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/issue/feed Jurnal FARMAKU (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) 2020-04-07T09:59:35+07:00 Nur Azizah jurnalfarmaku@stikes-muhammadiyahku.ac.id Open Journal Systems <p align="justify"><strong><img style="float: left; width: 161px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184b80;" src="/public/site/images/admin/cover_jfarmaku_polos1.jpg" height="242"></strong>Jurnal FARMAKU (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) P-ISSN:2549-2381 adalah junal resmi yang diterbitkan oleh STIKES Muhammadiyah Kuningan yang artikelnya dapat diakses dan unduh secara online oleh publik. Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang terbit dua kali dalam setahun tentang topik-topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktek kefarmasian, pengobatan masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait erat. Jurnal ini memfokuskan pada area-area berikut: Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Farmasetika Kimia, Farmasi Farmakognosi, Fitokimia. Naskah yang terpilih untuk dipublikasikan di JFARMAKU akan dikirim ke dua reviewer yang pakar dibidangnya, yang tidak berafiliasi dengan lembaga yang sama dengan penulis dan dipilih berdasarkan pertimbangan tim editor. Proses review dilakukan secara tertutup dimana penulis dan reviewer tidak mengetahui identitas dan afliasi masing-masing. Setiap naskah yang didelegasikan ke anggota redaksi diperiksa untuk keputusan akhir proses review, komentar dan saran akan dikirim ke penulis untuk menanggapi ulasan reviewer dan mengirim kembali naskah revisi dalam waktu yang telah ditentukan. Naskah yang diterima untuk publikasi adalah salinan yang diedit untuk tata bahasa, tanda baca, gaya cetak, dan format. Seluruh proses pengajuan naskah hingga keputusan akhir untuk penerbitan dilakukan secara online.</p> http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/98 ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN PERBANDINGAN TERAPI OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL DI RUMAH SAKIT WIRABUANA PALU 2020-03-31T15:11:36+07:00 Wayan Wirawan wirawanwayan9@gmail.com <p>Hipertensi adalah suatu kondisi medis yang kronis dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah yang disepakati normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi penyakit hipertensi dengan perbandingan terapi obat amlodipin dan captopril di Rumah Sakit Wirabuana Palu periode April – Juni 2018. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional dengan rancangan <em>cross sectional</em>. Untuk pengambilan data sekunder prospektif yang diambil dari data rekam medis pasien dan data biaya pasien selama rawat inap ada 57 pasien yang menjadi objek dalam penelitian ini, 12 pasien menerima terapi captopril dan 45 pasien menerima terapi amlodipin. Berdasarkan lama perawatan pasien, maka didapat nilai ACER untuk captopril adalah Rp 42.258,57 per hari, sedangkan amlodipin nilai ACER nya bernilai Rp 32.938,28 per hari. Karena nilai ACER amlodipin lebih kecil dari captopril dapat disimpulkan bahwa amlodipin lebih efektif biaya dari pada captopril.</p> 2020-03-31T15:11:36+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/101 TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TERHADAP PENGGUNAAN INSULIN RAWAT INAP DI RSU BUDI AGUNG 2020-04-01T12:10:37+07:00 Yunlis Silintowe Kenta yunliskenta@gmail.com <p>Telah dilakukan penelitian tentang pengetahuan pasien diabetes mellitus terhadap penggunaan insulin rawat inap di RSU Budi Agung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus&nbsp; terhadap penggunaan insulin rawat inap di RSU Budi Agung, dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang diambil secara langsung dengan metode pengambilan sampel menggunakan kuesioner. Sampel diambil secara total sampeling yaitu keseluruhan pasien rawat inap diabetes mellitus dengan penggunaan insulin di RSU Budi Agung. Pengukuran tingkat pengetahuan pasien dengan menggunakan kuesioner dengan jenis kuesioner tertentu dan menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan metode deskripsi yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan pasien sudah baik dalam penggunaan insulin rawat inap di RSU Budi Agung dengan nilai persentase 88,3%</p> 2020-03-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/103 ANALISIS POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIEPILEPSI DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MADANI PROPINSI SULAWESI TENGAH 2020-04-01T14:06:52+07:00 Niluh Puspita Dewi niluhpuspitadewi@gmail.com <p>Penyakit epilepsi adalah gangguan saraf yang timbul secara tiba-tba dan berkala, biasanya dengan perubahan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien epilepsi (jenis kelamin, usia, lama perawatan rawat inap, lama pengobatan) dan untuk menganalisis rasionalitas penggunaan obat yang meliputi ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi pemberian, ketepatan lama pemberian dan ketepatan penderita. Data yang digunakan secara retrsopektif yang diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pasien epilepsi terbanyak berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 56,67%, berdasarkan usia yaitu usia 27-37 tahun sebanyak 40%, berdasarkan lama rawat inap yaitu selama ≤ 7 hari sebanyak 66,67%. Obat-obat yang digunakan pasien epilepsi di RSUD Madani yaitu phenitoin 52 pasien, phenobarbital 25 pasien, carbamazepine 22 pasien, diazepam 15 pasien, dan asam valproate 10 pasien. Penggunaan obat pasien epilepsi di RSUD Madani tahun 2010-2012 sudah rasional.</p> 2020-03-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/84 GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT DIARE DI PUSKESMAS GIMPU KECAMATAN KULAWI SELATAN 2020-04-05T10:35:50+07:00 Ayu Wulandari ayusuha8@gmail.com <p>Diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari disertai dengan adanya perubahan bentuk dan konsistensi tinja penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar gambaran pola penggunaan obat pada pasien Diare yang diberikan kepada pasien di Puskesmas Kulawi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan dan variable yang terjadi selama penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penderita penyakit diare berdasarkan jenis kelamin denganjumlah persentase laki-laki sebnayak 46% dan perempuan sebanyak 54%. Berdasarkan usia 0-4 Tahun 28%, 5-14 tahun 32%, 15-24 tahun 4%, 25-44 tahun 12%, 45-64 16% dan ≥ 65 tahun 8%. Berdasarkan penggunaan obat oralit 73,13%, cotrimoxazole 23,89%, metronidazole 2,98%. Pada terapi penunjang paracetamol 29,93%, neo diastop 19,70%, zinc 18,25%, CTM 2,92%, extrak belladonna 11,68%, BComp 1,46%, domperidone 5,11%,antasida 8,03%. Dari hasil ketepatan dan ketidaktepatan penggunaan obat diperoleh 100% tepat berdasarkan Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas.</p> <p>&nbsp;</p> 2020-03-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/82 Aktivitas Antibakteri Ekstrak Aseton Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli 2020-04-07T09:59:35+07:00 MARIAM ULFAH ULFAH mariam_ulfah45@yahoo.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kunyit (<em>Curcuma domestica)</em> merupakan suatu tumbuhan yang telah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional. Rimpang kunyit digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti antimikroba, antibakteri, antikejang, analgetik, antidiare, antipiretik dan antitumor. Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang merupakan senyawa fenolik dengan aktivitas yang beragam diantaranya antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak aseton rimpang kunyit terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>dan <em>Escherichia coli</em>. Metode <em>Disc diffusion Kirby-Bauer </em>digunakan dalam penelitian ini. Simplisia rimpang kunyit dimaserasi dengan pelarut aseton selama 3 x 24 jam. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri terhadap ekstrak aseton rimpang kunyit. Amoksilin sebagai kontrol positif untuk <em>S. aureus </em>dan kloramfenikol sebagai kontrol positif untuk bakteri <em>E. coli. </em>Dimetil sulfoksida (DMSO) digunakan sebagai kontrol negatif. Uji antibakteri yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak aseton rimpang kunyit memiliki nilai zona hambat sebesar 10 mm terhadap bakteri <em>S. aureus </em>yang merupakan bakteri gram positif sedangkan terhadap bakteri <em>E. coli </em>yang merupakan bakteri gram negatif dengan zona hambat sebesar 7 mm. Perbedaan nilai zona hambat ini dimungkinkan karena perbedaan struktur membran sel bakteri gram positif dan gram negatif, dimana bakteri gram positif memiliki membrane sel yang lebih tipis sehingga lebih rentan terhadap agen antibakteri.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Rimpang kunyit, antibakteri, zona hambat</p> 2020-03-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##