http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/issue/feed Jurnal FARMAKU (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) 2021-07-29T06:37:45+00:00 Nur Azizah jurnalfarmaku@stikes-muhammadiyahku.ac.id Open Journal Systems <p align="justify"><strong><img style="float: left; width: 161px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184b80;" src="/public/site/images/admin/cover_jfarmaku_polos1.jpg" height="242"></strong>Jurnal FARMAKU (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) P-ISSN:2549-2381 adalah junal resmi yang diterbitkan oleh STIKES Muhammadiyah Kuningan yang artikelnya dapat diakses dan unduh secara online oleh publik. Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang terbit dua kali dalam setahun tentang topik-topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktek kefarmasian, pengobatan masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait erat. Jurnal ini memfokuskan pada area-area berikut: Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Farmasetika Kimia, Farmasi Farmakognosi, Fitokimia. Naskah yang terpilih untuk dipublikasikan di JFARMAKU akan dikirim ke dua reviewer yang pakar dibidangnya, yang tidak berafiliasi dengan lembaga yang sama dengan penulis dan dipilih berdasarkan pertimbangan tim editor. Proses review dilakukan secara tertutup dimana penulis dan reviewer tidak mengetahui identitas dan afliasi masing-masing. Setiap naskah yang didelegasikan ke anggota redaksi diperiksa untuk keputusan akhir proses review, komentar dan saran akan dikirim ke penulis untuk menanggapi ulasan reviewer dan mengirim kembali naskah revisi dalam waktu yang telah ditentukan. Naskah yang diterima untuk publikasi adalah salinan yang diedit untuk tata bahasa, tanda baca, gaya cetak, dan format. Seluruh proses pengajuan naskah hingga keputusan akhir untuk penerbitan dilakukan secara online.</p> http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/163 STUDI ETNOFARMASI TUMBUHAN YANG BERKHASIAT OBAT DI DESA CIMAHI KABUPATEN KUNINGAN 2021-07-29T06:37:45+00:00 Fahrurizal Zildzian fahrurizal525@gmail.com Liska Marlinda Sari marlindaliska@gmail.com <p>Etnofarmasi adalah bagian dari ilmu farmasi yang mempelajari penggunaan obat dan cara pengobatan yang dilakukan oleh etnik atau suku bangsa tertentu, ruang lingkup etnofarmasi meliputi obat serta cara pengobatan menggunakan bahan alam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang ada dimasyarakat desa cimahi kabupaten Kuningan sebagai obat serta mengetahui bagian tanaman yang digunakan, cara penggunaan, dan khasiatnya. Jenis penelitian ini adalah observasi partisipan dan metode kualitatif dan semi kuantitatif serta teknik <em>purposive sampling</em> dan <em>snowball sampling </em>terhadap 11 informan. Hasil penelitian diperoleh 21 jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat desa Cimahi kabupaten Kuningan, serta diperoleh 32 ramuan resep tradisional yang digunakan oleh masyarakat desa Cimahi kabupaten Kuningan. Bagian tumbuhan yang paling besar digunakan adalah daun dengan persentase sebesar 50%. Kemudian cara penggunaan yang paling sering dilakukan yaitu direbus dengan persentase sebesar 65.62%, serta khasiat tumbuhan yang digunakan adalah untuk mengobati 22 jenis penyakit yaitu wasir, mual, darah tinggi, kolesterol, mimisan, luka bakar, sariawan, &nbsp;diare, sakit mata, demam, asma, daya tahan tubuh, luka infeksi, batuk, asam urat, nafsu makan, maag, flu, sakit perut, sakit tenggorokan, myeri haid, nyeri sendi.</p> 2021-03-31T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/157 KAJIAN INTERAKSI OBAT AKTUAL PADA PASIEN JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT X KOTA TASIKMALAYA 2021-07-29T06:37:45+00:00 ilham alifiar ilhamalifiar@stikes-bth.ac.id Siti Robiyatul sitiro@gmail.com Nur Rahayuningsih Rahayuningsihnur@gmail.com <p>Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan nyeri. Pada penderita penyakit jantung koroner biasanya mengalami penyakit penyerta karena adanya keterkaitan antara penyakit jantung koroner dengan beberapa penyakit, sehingga menyebabkan kompleksnya terapi yang diberikan, yang beresiko terjadi interaksi obat aktual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi obat aktual pada pasien penyakit jantung koroner, mengetahui profil penggunan obat penyakit jantung koroner, dan mengetahui adanya hubungan interaksi obat dengan data laboratorium, tanda - tanda vital, dan gejala. Penelitian dilakukan di RS X kota Tasikmalaya dengan desain penelitian secara <em>cross sectional </em>dan pengambilan data dilakukan secara prospektif. Analisis interaksi obat menggunakan studi literatur menurut <em>Drug Interaction Facts </em>Tatro 2009 dengan tingkat keparahan yang terdiri dari mayor, moderate, minor. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Obat-obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit jantung koroner diantaranya adalah obat golongan Nitrat, β-Bloker, <em>Calcium Chanel Blocker</em>, Antiplatelet, Antikoagulan, ACE Inhibitor, Antagonis Aldosteron, Antidislipidemia, Antagonis reseptor blocker, dan Diuretik. Interaksi obat aktual (8%) dengan kasus terbanyak obat Clopidogrel dan aspilet (3%) yang mengakibatkan pendarahan.</p> 2021-03-31T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/164 TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK REZA FARMA LOHBENER INDRAMAYU 2021-07-29T06:37:45+00:00 Mochammad Iqbal miqbal212@gmail.com Rina Nurhayatina rinanurha@gmail.com <p>Penelitian yang dilakukan sebelumnya membuktikan bahwa kepuasan pasien terhadap pelayanan kafarmasian dipengaruhi oleh sarana prasarana farmasi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), kecepatan pelayanan serta keramahan petugas apotek. Penerapan factor pengaruh kepuasan pasien tersebut masih banyak ditemui dibeberapa apotek di wilayah kabupaten Indramayu. Dari Apotek Reza Indramayu didapatkan informasi bahwa jumlah kunjungan pasien berkisar antara 80 sampai 100 pasien setiap hari, dengan jumlah kunjungan terbanyak setiap harinya adalah pasien yang melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri). Oleh karenya jumlah pasien yang banyak akan berdampak pada tidak efektifnya pelayanan terhadap pasien. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan <em>Cross sectional</em>. Penelitian ini tidak melakukan interfensi atau perlakuan terhadap subjek penelitian tetapi hanya memberikan kuesioner ( <em>self administered </em>). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dan untuk pengambilan sampel menggunakan metode <em>Non – Probability Sampling </em>dengan cara <em>Consecutive sampling </em>yaitu mencari sampel yang memenuhi kriteria inklusi, sampai dipenuhi jumlah sampel yang diperlukan. Dari hasil penelitian diperoleh kepuasan pasien terhadap pelayanan dari dimensi sarana prasarana adalah memperoleh nilai 2.5 dan milai mutu pelayanannya adalah B (puas). Kemudian dari penelitian kepuasan pasien terhadap pelayanan dari dimensi KIE adalah memperoleh nilai 3.61 dan milai mutu pelayanannya adalah A (sangat puas), kemudian hasil penelitian pada dimensi kecepatan pelayanan memeroleh nilai 3.31 dan nilai mutu pelayanannya adalah A (sangat puas) dan hasil penelitian kepuasan terhadap dimensi keramahan petugas memperoleh nilai 3.38 dan nilai mutu pelayanannya adalah A (sangat puas). Secara keseluruhan nilai indeks kepuasan masyarakatnya adalah&nbsp; 3.15 yang nilai mutu pealayannya adalah B (puas).</p> 2021-03-31T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/165 EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BALITA DIARE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT X PERIODE JANUARI – MARET TAHUN 2020 2021-07-29T06:37:45+00:00 Yakobus Supandi yakobus.supandi@gmail.com Liska Marlinda Sari marlindaliska@gmail.com <p>Diare&nbsp; merupakan&nbsp; salah&nbsp; satu&nbsp; penyebab&nbsp; utama&nbsp; kesakitan&nbsp; dan&nbsp; kematian diseluruh&nbsp; dunia.&nbsp; Diare&nbsp; telah&nbsp; menyerang&nbsp; jutaan&nbsp; jiwa&nbsp; pertahun&nbsp; dan&nbsp; menyerang semua&nbsp; usia.&nbsp; Dari&nbsp; keseluruhan kejadian&nbsp; diare,&nbsp; sebagian&nbsp; besar&nbsp; penderita&nbsp; adalah anak-anak. Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya infeksi oleh bakteri dan virus. Pengobatan pada kasus diare dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan dan dapat mengakibatkan resistensi pada terapi yang menggunakan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan dan pemilihan jenis antibiotik pada pasien anak di ruang rawat inap Rumah Sakit X periode Januari – Maret 2020. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dengan jumlah sampel 56 kasus yang terdiagnosa diare. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien balita umur 1-5 tahun yang terdiagnosa diare dan mendapatkan terapi antibiotik. Data diambil dari rekam medis pasien dan di analisis meliputi karakteristik pasien, karakteristik obat dan evaluasi penggunaan antibiotik. Hasil penelitian untuk evaluasi penggunaan antibiotik diperoleh hasil 81,8% untuk tepat obat dan 88,9% untuk kategori tepat dosis.</p> 2021-03-31T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/168 EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD 45’ KUNINGAN 2021-07-29T06:37:45+00:00 Riva Tri Vaoziah rivatrivao@gmail.com Haty Latifah Priatni hatylatifah80@gmail.com <p>Infeksi&nbsp; Saluran&nbsp;&nbsp; Kemih&nbsp;&nbsp; (ISK)&nbsp;&nbsp;&nbsp; merupakan infeksi akibat berkembang biaknya mikoorganisme di dalam saluran kemih. Infeksi saluran kemih di Indonesia dan Prevalensinya masih cukup tinggi, jumlah penderita ISK di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk pertahun nya atau sekitar 180.000 kasus baru pertahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui pengobatan antibiotik infeksi saluran kemih di instalasi rawat inap RSUD 45’ Kuningan berdasarkan kepada standar yang di tetapkan oleh <em>Guidline</em> Penatalaksanaan Infeksi Saluran Kemih dan Genitalia Pria 2015<em>.</em> Penelitian ini dilakukan dengan metode non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif pengumpulan data secara retrospektif yang di dasarkan pada catatan medis. Dari hasil pengamatan sampel yang di dapat sebanyak 40 penderita infeksi saluran kemih, dengan jumlah pasien laki-laki sebanyak 16 (40%) , perempuan sebanyak 24 (60%). Jenis antibiotik yang di gunakan antibiotik ciprofloxacin (52,5%), ceftriaxone (27,5%), amoxcicillin (12,5%), dan &nbsp;cotrimoxazol (7,5%.). Kesesuian dosis (92,5%) dan kesesuian lama pemberian (82,5%).</p> 2021-03-31T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/169 ANALISIS EFEKTIVITAS TERAPI DAN EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIBIOTIK PASIEN RAWAT INAP GASTRITIS DENGAN PENDEKATAN COST EFFECTIVE ANALISIS DI PUSKESMAS X 2021-07-29T06:37:45+00:00 Sugri Fadiah sugrifadiah@gmail.com Liska Marlinda Sari marlindaliska@gmail.com <p>Gastritis menjadi salah satu gangguan pencernaan yang dialami masyarakat karena pola makan yang tidak sesuai atau dengan makanan yang terlalu pedas, sehingga produksi asam lambung tidak terkontrol. <em>Cost Effectiveness Analysis</em> (CEA) adalah tipe analisis yang membandingkan biaya suatu intervensi dengan beberapa ukuran <em>non-moneter,</em> dimana pengaruhnya terhadap hasil perawatan kesehatan. Penelitian ini untuk menghitung perbandingan effektivitas hasil terapi dan effektivitas biaya terapi antibiotik pasien gastritis rawat inap di PUSKESMAS dengan menggunakan perhitungan <em>Ave</em><em>rage</em><em> Cost-Effectiveness ratio</em> (ACER) berdasarkan <em>Cost Effectiveness Analysis,</em> menggunakan metode purposive sampling, sehingga dapat diketahui terapi antibiotik yang paling <em>Cost-Effective</em>. Jadi kesimpulan dari penelitian ini nilai ACER dari Amoxicillin yaitu Rp.147.696, nilai ACER dari Cotrimoxazole yaitu Rp.287.261, nilai ACER dari Ceftriaxone Rp.366.628. Nilai ICER hasil dari perbandingan antara Antibiotik Ceftriaxone dengan Antibiotik Amoxicillin yaitu Rp.-1.807, dan antibiotik yang paling <em>cost-efective </em>adalah yang memiliki nilai ACER yang paling rendah yaitu antibiotik amoxicillin.</p> 2021-05-31T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##