Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku <p align="justify"><img style="float: left; width: 89px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184b80;" src="https://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/public/site/images/admin/JFARMAKU_COVER_NEW.png" height="126">Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) P-ISSN:2549-2381 E-ISSN:2657-0408 adalah junal resmi yang diterbitkan oleh STIKes Muhammadiyah Kuningan yang artikelnya dapat diakses dan unduh secara online oleh publik. Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang terbit dua kali dalam setahun tentang topik-topik keunggulan hasil penelitian di bidang Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Farmakoekonomi, Farmakoterapi, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Kimia Farmasi, Mikrobiologi dan Bioteknologi Farmasi.</p> STIKes Muhammadiyah Kuningan en-US Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) 2549-2381 <p align="justify">All articles in the JFARMAKU: Journal of Pharmaceutical Muhammadiyah Kuningan can be disseminated on condition that still include the identity of the article and the source of the article (JFARMAKU: Journal of Pharmaceutical Muhammadiyah Kuningan). The publisher is not responsible for the contents of the article. The content of the article is the sole responsibility of the author.</p> <p align="justify">Authors who publish this subject agree to the following terms:</p> <p align="justify">First, Authors retain copyright and grant the journal right from first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.</p> Profil Penggunaan Obat Antidiabetik Oral Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Apotek Annisa 24 http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/242 <p>Profil penggunaan obat Antidiabetik Oral adalah keadaan atau potensi dan gambaran mengenai penggunaan obat Diabetes Mellitus Tipe II. Setiap resep Antidiabetik Oral yang datang ke Apotek Annisa 24 ditulis oleh dokter yang berbeda- beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat Antidiabetik Oral berdasarkan nama obat, golongan obat, jenis obat, jenis terapi Diabetes Mellitus, frekuensi penggunaan obat, jenis terapi obat, dan jenis kelamin pasien di apotek annisa 24. Penelitian ini dilakukan&nbsp; dengan metode Retrospektif. Data yang diambil berupa 84&nbsp; lembar resep obat&nbsp; antidiabetik oral di apotek annisa 24 pada periode tahun 2020. Hasil penelitian menunjukan, Penggunaan obat Antidiabetik Oralterbanyak yaitu obat metformin sebanyak (43%). Golongan obat &nbsp;Antidiabetik Oral terbanyak yaitu golongan biguanida yaitu sebanyak (57%). Jenis obat Antidiabetik Oral yang paling banyak digunakan yaitu jenis generik sebanyak (98%). Frekuensi penggunaan obat&nbsp; yang paling banyak yaitu, menggunakan metformin 500mg&nbsp; dengan frekuensi 1 kali sehari (33%). Jenis terapi tunggal adalah paling banyak diresepkan yaitu sebanyak (87%). Untuk jenis kelamin, pasien perempuan paling banyak mengidap Diabetes Mellitus yaitu sebanyak (61%).</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci : Antidiabetik Oral , Apotek , Diabetes MellitusTipe II ,Profil Penggunaan , Resep</p> Ilham Fajar Ramadhan Angga Anugra Diputra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 7 1 1 6 10.55093/jurnalfarmaku.v7i1.242 Evaluasi Penyimpanan Obat High Alert Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Juanda Kuningan http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/247 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>High alert drugs are drugs that cause a high risk when there is an error in the administration. According to Decree No. 72 of 2016 the high alert category became 3, including LASA (Look Alike Sound Alike), High concentration electrolytes and Sitostatic. The purpose of this study is to find out the picture and suitability of high alert drug storage at the Juanda Kuningan Hospital Pharmacy Installation.This study is descriptive, the population and samples in this study are all high alert drugs in the Juanda Kuningan Hospital Pharmacy Installation. Data collection is done using a checklist sheet. Checklist refers to the standard of storage according to PerMenkes RI No. 72 of 2016. The study was conducted in April-May 2021.The results showed high alert drugs in accordance with PerMenkes RI No. 72 of 2016 with a 100% conformity percentage in high alert drug storage, LASA drug storage (Look Alike Sound Alike) or NORUM (Similar Speech Type Drug Name) and storage of Concentrated Electrolyte Concentrate drugs</em><em>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords :</em></strong> <em>Storage, High Alert Drugs, Juanda Kuningan Hospital Pharmacy Installation</em></p> Dwi Haryadi Winda Trisnawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 7 1 7 13 10.55093/jurnalfarmaku.v7i1.247 POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS CIAWIGEBANG PERIODE JANUARI – JUNI 2021 http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/250 <p><a name="_Toc65244478"></a>Penyakit hipertensi disebut juga dengan penyakit kardiovaskular. Pola peresepan merupakan gambaran obat yang diresepkan atau diperlukan dari suatu pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Ciawigebang meliputi karakteristik pasien dan karakteristik obat, agar dapat dijadikan sumber informasi dalam perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Ciawigebang. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan deskriptif secara retrospektif di rawat jalan Puskesmas Ciawigebang. Sampel yang akan diteliti 457 resep. Hasil penelitian ini menunjukan pola peresepan berdasarkan karakteristik pasien bahwa pasien dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak menderita hipertensi mencapai 54 % dengan rentang usia &gt;50 tahun (71%). Golongan obat yang paling banyak digunakan yaitu <em>Calsium&nbsp; Channel Blocker</em> (78%) serta jenis obat yang banyak digunakan yaitu amlodipin (78%).</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Hypertension is also known as cardiovascular disease. The prescribing pattern is a description of the drug prescribed or required from a service. The purpose of this study was to determine the pattern of prescribing antihypertensive drugs at the Ciawigebang Health Center including patient characteristics and drug characteristics, so that they can be used as sources of information in planning and procuring drugs at Ciawigebang Health Center. This research is a non-experimental research with retrospective descriptive in outpatient Ciawigebang Public Health Center. The sample to be studied is 457 recipes. The results of this study showed a prescribing pattern based on patient characteristics that patients with male gender suffered from hypertension more, reaching 54% with an age range of &gt;50 years (71%). The most widely used drug class is Calcium Channel Blocker (78%) and the type of drug that is widely used is amlodipine (78%).</em></p> Diki Nugroho Wawang Anwarudin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 7 1 14 18 10.55093/jurnalfarmaku.v7i1.250 GAMBARAN POTENSIAL INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MILLITUS DIRAWAT INAP RSUD LINGGAJATI http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/255 <p><sub>ABSTRAK <br>Diabetes mellitus merupakan sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya, pengobatannya pun sering memerlukan waktu yang lama dan sering merupakan pengobatan lebih dari satu obat. Interaksi obat merupakan perubahan aktivitas farmakologi suatu obat karena pemakaian bersamaan dengan obat lain dan agen kimia lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian interaksi obat, gambaran interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan, serta gambaran jenis dan jumlah kejadian interaksi obat diabetes mellitus pada pengobatan pasien diabetes mellitus di instalasi rawat inap RSUD Linggajati pada bulan Juli-Agustus 2021. Data yang diperoleh adalah lembar resep pasien diabetes mellitus, jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode bersifat deskriptif menggunakan studi retrospektif, evaluasi penggunaan obat berdasarkan kajian interaksi obat secara teoritis berdasarkan aplikasi Medscape yang disajikan dalam bentuk tabel. <br></sub></p> anis marsela Ahmad Wildan Wisnu Wardaya ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 7 1 19 25 10.55093/jurnalfarmaku.v7i1.255 ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PADA SISWA SMK KESEHATAN DENGAN SMA NON KESEHATAN http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/282 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Pada Siswa Smk Kesehatan Dengan Sma Non Kesehatan. Swamedikasi adalah upaya awal yang dilakukan diri sendiri dalam mengurangi atau mengobati penyakit-penyakit ringan dengan menggunakan obat-obatan dari golongan bebas dan bebas terbatas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan membagikan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai swamedikasi kepada 40 responden yang berasal dari siswa SMK Kesehatan dan SMA pada umumnya. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahawa responden yang tingkat pengetahuannya lebih tinggi yaitu siswa SMK kesehatan. Hal ini disebabkan karena pada siswa SMK kesehatan tersebut memiliki tingkat pengetahuan tentang swamedikasi yang lebih baik sehingga menimbulkan kecenderungan atau kesadaran untuk memiliki tindakan swamedikasi lebih banyak karena telah melewati tahap-tahap tersebut dimana mereka aktif mencari informasi mengenai pengobatan diri sndiri melalui media cetak dan elektronik.</p> Firanti Nuur Popy Thieri Karesa Nanda Helfionita Reh Ulina Riri Amanda Fitriana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 7 1 26 30 10.55093/jurnalfarmaku.v7i1.282 EVALUASI KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM DENGAN FORMULARIUM NASIONAL DI RSUD PRAMBANAN http://ojs.stikes-muhammadiyahku.ac.id/index.php/jurnalfarmaku/article/view/283 <p>Pelayanan obat untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan mengacu pada daftar obat Formularium Nasional. Formularium Nasional adalah daftar obat terpilih yang disusun oleh Komite Nasional yang penyusunannya didasarkan bukti ilmiah terkini, berkhasiat, aman, dan bermutu, yang digunakan sebagai acuan penulisan resep, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi pengobatan sehingga tercapai penggunaan obat rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian peresepan obat pada pasien rawat jalan peserta JKN poli penyakit dalam dengan Formularium Nasional di RSUD Prambanan Desember 2019. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan metode pengumpulan data secara retrospektif berdasarkan dokumen resep pada bulan Desember 2019. Pengambilan sampel menggunakan <em>systematic random sampling. </em>Jumlah resep pasien peserta JKN di poli penyakit dalam sebanyak 1403 lembar resep dengan kriteria inklusi sebanyak 1279 lembar resep. Sampel yang digunakan sebanyak 214 lembar resep dengan 1038 obat yang ditulis oleh dokter spesialis penyakit dalam yang kemudian data tersebut diolah dan dihitung persentase kesesuaian jenis obatnya dengan Formularium Nasional. Persentase kesesuaian peresepan obat pada pasien rawat jalan peserta JKN poli penyakit dalam dengan Formularium Nasional di RSUD Prambanan sebesar&nbsp; 98,84%. Persentase obat generik yang sesuai Formularium Nasional sebesar 99,58%. Persentase obat bermerk (<em>brand</em>) yang sesuai Formularium Nasional sebesar 97,21%. Obat yang paling banyak diresepkan dan sesuai dengan Formularium Nasional antara lain amlodipine 5 mg, asam asetilsalisilat 80 mg, kandesartan 8 mg, natrium bikarbonat serta metformin 500 mg. Obat yang paling banyak diresepkan dan tidak terdapat dalam Formularium Nasional adalah Intifen<sup>®</sup> 1 mg.</p> Uswatun Khasanah Gita Mayasari Iramie Duma Kencana Irianto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 7 1 31 38 10.55093/jurnalfarmaku.v7i1.283